Catatan Kecil Tentang Ujian

Catatan Kecil Tentang Ujian

santri-ujianMari kita renungkan sejenak tentang kegiatan ujian di sekolah. Bukankah tujuan ujian di sekolah adalah untuk mengukur hasil belajar siswa dalam periode waktu tertentu? Bukankah ujian itu “hanya” sebuah cara evaluasi terhadap efektivitas belajar mengajar? Jika pembelajaran sudah dijalankan dengan optimal, dan siswa dapat menikmati proses belajarnya, maka sebenarnya itu sudah cukup.

Tetapi, kadang kita memang perlu sebuah catatan agar lebih mudah merunut ingatan. Dan catatan hasil ujian diperlukan untuk sekadar membantu ingatan tentang perkembangan proses belajar Si Fulan.

santri-ujian-1Sayang, hari ini–dan sebenarnya sejak kemarin-kemarin–banyak di antara kita yang memusatkan perhatian pada ujian secara berlebihan. Menganggap ujian dan angka nilai-nilai, juga peringkat-peringkat, sebagai sebuah tujuan. Bisa jadi, ini tidak disadari.

Kami sendiri berusaha sedapat mungkin tidak terjebak dalam sikap seperti ini. Kami mengutamakan proses. Sebab, hasil adalah konsekuensi logis dari sebuah proses. Jika proses dijalankan dengan baik, insyaAlloh, hasil yang mengikutinya pun akan baik.

Dalam pekan ini, Ahad sampai Kamis, 6–9 Desember 2015, kami menyelenggarakan ujian semester satu. Ujian ini meliputi teori dan praktik. Kami tanamkan pada santri bahwa ujian mestinya tidak menjadi beban. Terutama bagi mereka yang sudah istiqomah mengamalkan apa yang para ustadz ajarkan. Ujian mestinya terasa layaknya nostalgia. Kami ingin mereka membatin, “Eh, ini, kan, sudah setiap hari kita amalkan…?” “Muroja’ah lima juz? Bukankah setiap pekan sudah kita lakukan?” “Ujian ternyata menyenangkan!”

santri-ujian-2Tetapi, menuju pada kondisi seperti itu sungguh tidak mudah. Kenyataannya, memang tidak banyak santri yang secara sadar dan istiqomah mau mengulang pelajaran yang sudah-sudah. Bagian cukup menantang dalam proses belajar sebenarnya adalah membangkitkan gairah santri untuk muroja’ah, tanpa diperintah.

Ujian ini kami laksanakan juga sebagai sebentuk pesan kepada santri. Setiap proses mesti ada pertanggungjawabannya. Dan bentuk pertanggungjawaban kecil dari sebuah proses belajar adalah ujian.Tanggung jawab yang jauh lebih besar telah menanti mereka. (teks & foto: Joko)

About Author

3 Comments

  1. Abu Ibrahim

    Masya Alloh sistem pengajaran yang benar-benar memperhatikan kondisi psikologi anak yang diteliti secara sistematis… Barokallohu fiikum semoga Alloh Subhanahu Wata’ala menjadikan kita termasuk orang2 yg sabar…

Leave a Reply

*