Enam Bulan Hafal 10 Juz, Santri de Muttaqin Terbang Ke Jakarta

Enam Bulan Hafal 10 Juz, Santri de Muttaqin Terbang Ke Jakarta

ed kecil-TOUR DE JAKARTA 2016

Alhamdulillaah, empat di antara delapan santri kami berhasil menghafal 10 juz dalam waktu 6 bulan. Dulu, kami janjikan pada santri de Muttaqin, siapa yang dapat menghafal 10 juz dalam waktu 6 bulan, mereka akan diajak tamasya ke Jakarta naik pesawat. Jalan-jalan ke Jakarta dan naik pesawat adalah dua pengalaman baru bagi rata-rata santri kami, khususnya yang berasal dari luar Jakarta. Karena itu, iming-iming ini cukup menarik buat mereka.

Semua santri kami bersungguh-sungguh menghafal. Tetapi, masing-masing anak memiliki kemampuan berbeda. Empat santri berhasil; sisanya baru dapat menghafal 6 sampai 7 juz. Tidak mengapa.

Empat santri kami yang lain mungkin kemampuan hafalannya tidak sehebat mereka yang berhasil ke Jakarta. Namun, kami melihat mereka memiliki kelebihan pada sisi-sisi lain. Setidaknya, kami berusaha menemukan dan menyuburkan potensi yang lain.

Hafal 30 juz di SDTQ de Muttaqin menjadi syarat mutlak santri kami untuk dapat meneruskan bea siswa ke jenjang SMP. Dalam perjalanannya, bisa saja, kami akan dapati kenyataan ada santri yang tak dapat mencapai target itu. Mungkin. Meskipun, kami berharap, seluruh santri kami berhasil menjadi hafidz dan terus belajar bersama kami hingga mereka kuliah. Namun, andai ada yang tidak berhasil menjadi hafidz dalam jenjang SD ini, maka begitulah taqdir Alloh. Apakah berarti mereka gagal? Tentu saja tidak!

Mereka mungkin tidak berhasil mencapai target yang kami tetapkan. Mereka mungkin tidak akan dapat terus bersama kami ke jenjang berikutnya. Tetapi, mereka adalah anak-anak berpotensi. Mungkin, mereka justru dapat lebih berkembang dan maju di sekolah lain, di bawah asuhan guru-guru yang jauh lebih baik dari kami. Meskipun begitu, kami tetap akan upayakan solusi terbaik bagi mereka.

Santri kami hafal 10 juz dalam waktu 6 bulan. Itu memang membahagiakan. Kami bersyukur, Alloh karuniakan pada kami santri-santri berpotensi. Kenikmatan ini semata-mata karena perkenan Alloh.

Di balik nikmat ini, sesungguhnya tersembunyi ujian besar bagi kami. Menjaga hafalan mereka adalah salah satu ujiannya. Menjadikan hafalan itu sebagai pemahaman pada mereka adalah ujian yang lain. Menjadikan pemahaman hafalan sebagai pola pikir, sikap, dan perbuatan mereka dan kami semua dalam kehidupan sehari-hari adalah ujian terbesar dan terberatnya.

Saat ini, rumah tahfidz sedang tumbuh subur. Tentu ini menggembirakan. Akan tetapi, terus terang, kami tidak ingin terjebak dalam euforia dekorasi dan selebrasi yang mungkin saja terjadi tanpa kami sadari. Na’udzubillaahi min dzaalik. Alloohu musta’an. (teks & grafis: Joko; foto: Ike Muttaqin)

About Author

2 Comments

  1. abu Ibrohim

    Alhamdulillahiladzi Bini’matihi tatimmushshoolihaat…
    Segala Pujian yang hanya milik Alloh Subhanahu Wata’ala
    jazakumullohu Khoiron Wabarokallohu fiikum…kepada para asatidzah dan pengurus pesantren yang telah berusaha dan bersungguh-sungguh dalam mengasuh dan mendidikanak-anak seluruhnya, semoga menjadi amal sholih untuk kita semua….

  2. wawan Hermawan

    Alhamdulillah, Semoga Alloh memulyakan mereka dengan al Qur’an dan menjadikan mereka generasi yg berakhlaq dengan akhlaq al Qur’an. Aamiiin

Leave a Reply

*