Hari Kunjungan Orang Tua

Hari Kunjungan Orang Tua

santri-kungjungan ortu-1Kami meminta orang tua atau wali santri untuk menahan diri dari keinginan mengunjungi putra mereka selama tiga bulan pertama mereka belajar di Pesantren de Muttaqin. Begitulah aturan untuk santri baru. Kami menimbang, tiga bulan pertama adalah masa-masa penting adaptasi santri. Meskipun, dalam praktiknya, mereka sudah tune in hanya dalam hitungan satu pekan.

santri-kunjungan ortu-2Mendidik santri dalam jumlah sedikit memang relatif lebih mudah. Sebab, perhatian dapat dicurahkan secara penuh. Setiap anak dapat dikontrol kemajuan, juga problem-problemnya secara lebih intens. Meskipun demikian, bukan berarti lantas semua berjalan mulus tanpa “masalah”. Sebab, manusia tidak sesederhana kelihatannya. Apalagi, anak-anak. Merawat psikologis anak berarti harus siap dengan kejutan-kejutan. Begitulah.

Tiga bulan berlalu. Dan, tibalah saat yang dinanti-nantikan orang tua dan wali santri: mengunjungi putra mereka.

santri-kungjungan ortu-2

Muroja’ah hafalan di hadapan orang tua.

Bagi kami, masa kunjungan juga merupakan kesempatan untuk berbagi informasi serta  suka duka mengasuh dan mendidik putra mereka. Berbagi prestasi dan pencapaian santri kami rasakan sebagai hal yang paling menyenangkan. Melihat ekspresi gembira orang tua dan wali santri melihat perubahan positif pada putra mereka menjadi pelipur lara kami selama ini. Meskipun, bukan itu tujuan utama kami.

Dalam kesempatan hari kunjungan, bukan hanya “madu” saja yang kami bagi pada orang tua santri. Tetapi, “pil kina” pun kami sodorkan. Anak-anak itu seperti danau. Cukup sulit menerka seperti apa arus yang bergolak di bawahnya. Meskipun, dalam banyak hal, mereka berekspresi dengan jujur.

Nah, dalam rangka menggali sisi-sisi yang masih tersembunyi itulah, kami membagikan “pil kina” kepada orang tua dan wali mereka. Kami paparkan hal-hal yang kami anggap perlu dukungan orang tua untuk mengubahnya. Kami berikan waktu khusus agar orang tua dapat meluangkan waktu bersama putra mereka secara optimal. Kami berikan waktu agar ibu dapat mendekap putranya dan membisikkan kata-kata semangat untuk terus menjadi baik.

Kami membutuhkan kerja sama; baik dari santri ataupun orang tua mereka untuk mewujudkan cita-cita besar de Muttaqin. Dan untuk tujuan perbaikan-perbaikan itulah hari kunjungan ini kami sediakan. (teks & foto: Joko)

About Author

One Comment

  1. Masya alloh… menyentuh dan sesuai dg harapan kami, tulisannya ustadz. Mohon doanya, semoga putra2 kembar kami dapat menikmati suasana belajar di de muttaqin nanti.. insya allohu ta’ala. Smg Alloh memudahkan dan meridhoi urusan ini… aamiin

Leave a Reply

*