Musyrif  Sebagai Ujung Tombak Pesantren

Musyrif Sebagai Ujung Tombak Pesantren

foto: Joko

Maguwo, Yogyakarta-Musyrif merupakan salah satu organ penting sebuah pesantren (Islamic boarding school). Ia menjalankan peran sebagai murobbi bagi santri hampir dalam segala hal.

nasihat-foto: JokoDi Pesantren de Muttaqin, musyrif memiliki tanggung jawab utama mendampingi santri menghafal Alquran. Selain itu, musyrif juga dituntut dapat menjadi qudwah atau teladan dalam hal ilmu dan akhlak. Singkat kata, musyrif adalah ujung tombak pendidikan di pesantren.

Oleh karena itu, di pesantren manapun, melakukan up grade kompetensi musyrif secara teratur sama pentingnya dengan mendidik santri itu sendiri. Apalagi, jika pesantren tersebut memiliki target lulusan dengan kompetensi cukup tinggi, seperti hafal Alquran, fasih berbahasa Arab, Inggris, Mandarin, dan berakhlak mulia.

santri sakit-foto: JokoMaka, setiap unsur di pesantren tersebut, khususnya musyrif, idealnya juga memiliki kompetensi seperti yang dicita-citakan. Hal ini penting, agar santri memiliki role model yang konkrit tentang figur ideal yang ditargetkan. Sebab, bagaimana musyrif dapat menjalankan fungsi kontrol jika ia tidak menguasai objek yang harus dikontrol…?

Dalam kesehariannya, musyrif juga dituntut berperan sebagai orang tua pengganti bagi santri dalam hal-hal tertentu. Musyrif yang mengajari santri basic life skill, seperti mandi dengan bersih, istinja’, adab makan minum, dan sopan santun. Musyrif juga yang diharapkan menjadi pelipur lara santri ketika sakit dan membutuhkan perhatian.

santri-makan-foto: JokoTentu, tidak semua hal yang berkaitan dengan masalah santri menjadi beban tanggung jawab musyrif semata. Ada organ dan jalur manajemen lain yang perannya tak kalah penting. Berkenaan dengan problem-problem personal santri, musyrif juga diharapkan dapat memberi rasa aman bagi santri untuk berkeluh kesah dan menyampaikan berbagai masalah. Dengan demikian, musyrif dapat menjadi gerbang pertama dari rangkaian konseling di pesantren tersebut.

santri-rihlah-foto:JokoKonseling mutlak diperlukan dalam lembaga pendidikan manapun. Sebab, melalui jalur inilah banyak masalah personal anak didik dapat diselesaikan dan berbagai perbaikan dapat dilakukan.

Musyrif memang memiliki peran yang cukup besar dalam mewarnai dan membentuk karakter santri. Mengingat peran yang cukup penting tersebut, maka Pesantren de Muttaqin berusaha mencanangkan bentuk-bentuk  perhatian yang terbaik juga bagi para musyrif. Di antara bentuk perhatian tersebut misalnya dengan menyediakan kesempatan belajar untuk meningkatkan kompetensi, mukafa’ah yang cukup, tempat tinggal, dan hadiah menarik bagi musyrif berprestasi. Tujuannya, agar para musyrif Pesantren de Muttaqin dapat mendidik santri dengan perhatian dan semangat yang penuh, sehingga menghasilkan santri-santri yang unggul sebagaimana yang dicita-citakan dalam visi dan misi pesantren. (teks & foto: Joko)

About Author

Leave a Reply

*