Para Devian Abad Modern

Para Devian Abad Modern

santri-pesma demutt-1-bwMaguwo, Yogyakarta- Devian adalah sebuah istilah untuk menyebut sesuatu yang “menyimpang” dari keumuman. Istilah ini pada awalnya digunakan dengan konotasi negatif. Oxford Dictionary mendefinisikannya sebagai: Departing from usual or accepted standards, especially in social or sexual behaviour.  

Akan tetapi, dalam perkembangannya, ia digunakan juga untuk konotasi positif. Misalnya, ada yang menggunakannya untuk menyebut kumpulan karya seni sebagai deviant art. Maksudnya, sebagai penegas bahwa karya seni yang berada dalam kumpulan ini kreatifnya di luar kewajaran (out of the box). Begitulah, akhirnya makna istilah ini tergantung tujuan dan sudut pandang penafsiran.

Saya tidak ingin latah. Tetapi, menurut saya, istilah ini cukup tepat untuk menggambarkan kumpulan anak muda yang akan saya sebut ini. Kumpulan mahasiswa perguruan tinggi nasional ternama yang memilih pola hidup tidak seperti umumnya mahasiswa.

santri-pesma demutt-2-bwMereka memilih tinggal di pesantren dan hidup di bawah aturan yang mengikat mereka. Sejak ba’da maghrib, kegiatan mereka hanya dua: menghafal Alquran dan belajar diniyah. Bukan hanya sehari dua hari, tetapi setiap malam; tujuh hari dalam sepekan. Di saat umumnya mahasiswa melepas penat kuliah pada akhir pekan dengan hang out, anak-anak muda ini malah duduk manis memeras ingatan untuk menghafal Alquran.

santri-pesma demutt-3-bwSetelah penat kuliah pada siang hari dan menghafal Alquran pada malam hari, mereka juga harus bangun pagi-pagi sekali untuk menghafal Alquran lagi. Bukan sekadar menghafal menurut kemauannya, tetapi dengan target yang tidak main-main.

Berat? Mungkin. Kenapa mereka memilih hidup seperti ini? Entahlah. Mereka menyimpan niatnya masing-masing.

Saya memilih berhuznudzon terhadap niat mereka. Mungkin, mereka pernah mendengar atau membaca hadits ini:

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

Semoga saja memang karena pesan Rosululloh inilah mereka memilih jalan hidupnya yang sekarang. Inilah para santri Pesantren Mahasiswa de Muttaqin; para devian abad modern…. (teks & foto: Joko)

About Author

Leave a Reply

*