Persiapkan Putra Anda!

Persiapkan Putra Anda!

Persiapkan putra Anda! khususnya bagi Anda yang ingin memiliki putra seorang penghafal Alquran. Tak lama lagi, Pesantren de Muttaqin akan membuka pendaftaran bagi calon santri baru untuk kelas 2 dan 3 SD. Kuota sangat terbatas. Satu kelas hanya menerima 12 santri. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat iklan berikut ini. Jika ada pertanyaan, silakan hubungi langsung kontak person kami.

IKLAN PENERIMAAN SANTRI SD ta 2016-2017-DE MUTTAQIN-ed kcl

About Author

2 Comments

  1. Assalamu’alaikum ustadz.
    Salam kenal, ana wujud di balikpapan, kalimantan timur.
    Izinkan sy bertanya beberapa hal..
    1. Kami mempunyai dua putra kembar umur 7 tahunan, bagaimana cara mendidik putra kembar yg baik sesuai islam dan manhaj yg haq?
    2. Dalam foto2 di artikel apakah itu beberapa kegiatan di pesantren?
    Bagaimana jika anak kita sakit di pesantren ustadz?
    3. Manhaj apa yg di usung oleh pesantren de muttaqin?

    • Wa’alaikumussalaam warohmatullooh

      Salam kenal, Pak Wujud.

      Kami akan berusaha menjawab pertanyaan Bapak berdasarkan sedikit pengetahuan yang kami pahami. Bismillaah….
      1. Untuk soal pendidikan anak, saya akan coba jelaskan kaidah secara umum. Adapun detail teknisnya, itu memperhatikan keadaan anak. Sebab, tiap anak memiliki kecenderungan dan potensi yang berbeda-beda. Dalam hal ini, orang tua seharusnya lebih mengetahui kondisi putra putri mereka masing-masing.

      Adapun secara umum, cara belajar efektif untuk anak salah satunya adalah melalui pengondisian dan qudwah. Dalam ilmu psikologi biasa disebut conditioning dan modeling. Pengondisian berarti orang tua menyediakan lingkungan yang kondusif untuk membangkitkan minat dan semangat belajar anak. Misalnya, dengan memberikan banyak stimulan (ransangan) yang dapat dilihat anak, seperti meletakkan buku-buku yang menarik pada tempat-tempat yang mudah terlihat dan terjangkau. Menghilangkan unsur-unsur yang dapat menjadi sumber gangguan belajar, seperti televisi, game, dan semisalnya. Pengondisian juga dapat dibangun dengan cara membuat jadwal yang terencana, disepakati, dan dilakukan bersama seluruh anggota keluarga. Misalnya, mengatur waktu belajar bersama.

      Kedua adalah qudwah. Jika kita inginkan anak-anak menggemari Alquran, maka orang tua atau figur penting bagi anak harus menunjukkan minat pada Alquran juga. Misalnya, orang tua ingin anak-anaknya rutin membaca Alquran pada waktu antara maghrib sampai isya’. Maka, pada waktu itu, orang tua sebaiknya melakukan kegiatan serupa bersama anak-anaknya. Cara ini insyaAlloh efektif untuk membangun konsistensi. Salah satu sebab kurang efektifnya pendidikan dalam keluarga adalah karena adanya inkonsistensi atau ketidaksesuaian antara teori dan praktik. Misal, orang tua menyuruh anaknya sholat berjama’ah di masjid dan tekun membaca Alquran. Di waktu yang sama, orang tuanya tak pernah ke masjid dan lebih khusyuk menyimak sinetron daripada menyimak Alquran. Hal ini dapat menimbulkan protes dalam diri anak. Apalagi, jika dia ingin merasa enak seperti orang tuanya (sholat di rumah, menonton sinetron, dan tidak belajar). Anak mungkin menuruti perintah orang tua, tetapi dia lakukan hanya dengan semangat basa basi saja. Tak ada gairah.

      Perihal cara mengajarkan manhaj, silakan Antum rujuk pada perkataan para ulama yang berkompeten. Pada prinsipnya, kita berikan pada anak dosis yang sesuai dengan daya nalar mereka. Tidak disarankan menyampaikan nasihat berupa konsep-konsep dan pemikiran kepada anak usia 7 tahun. Cara terbaik, sejauh yang saya ketahui, dalam mendidik anak usia dini adalah dengan talkin. Dari sedikit yang saya ketahui tentang metode para ulama salaf adalah: mereka mentalkin matan sebelum mengajarkan pemahaman. Dalam hal ini, kita dapat mengambil pelajaran dari hadits Rosul tentang cara beliau menasihati Anas bin Malik rodhiyallohu anhu. InsyaAlloh, banyak sekali yang dapat kita ambil dari sana. Walloohu a’lam.

      2. Foto-foto yang kami tampilkan dalam web ini adalah foto-foto kegiatan yang sudah berjalan di pesantren. Tidak semua dapat kami tampilkan, karena kesibukan yang lain.

      Perihal santri sakit. Jika sakitnya ringan, kami upayakan untuk mengobatinya atau membawanya ke dokter. Sebenarnya, ada dokumentasi tentang kegiatan ini. Hanya saja, belum sempat kami tampilkan. InsyaAlloh, jika sudah sempat, kami akan tulis. Adapun jika sakitnya parah dan memerlukan perlakuan khusus, seperti operasi misalnya, untuk sementara ini kami akan serahkan kepada orang tua atau walinya.

      3. Manhaj yang kami usung adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang berlandaskan kepada Alquran dan Hadits shohih yang kami jalankan dengan cara hikmah dan akhlakul karimah.

      Demikian, mudah-mudahan cukup menjawab. Mohon maaf jika banyak kekurangannya. Walloohu Ta’ala a’lam.

Leave a Reply

*