Tujuh Belasan

santri-lomba agustusan-4

santri-lomba agustusan-9Pesantren kami tidak ketinggalan dalam kemeriahan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia tercinta baru lalu. Di pesantren, kami manfaatkan hari libur tanggal 17 Agustus untuk mengadakan berbagai perlombaan. Sekilas, bentuk perlombaannya serupa dengan umumnya lomba untuk anak-anak. Akan tetapi, semua kami kemas sebagai permainan “team building”.

santri-lomba agustusan-7Semua perlombaan yang kami buat adalah untuk dimainkan dalam tim. Ada bentuk permainan yang menuntut semua anggota tim terlibat langsung. Seperti lari estafet, memindahkan botol dengan tali, pesan berantai, atau sepak bola. Akan tetapi, ada juga permainan yang melatih anak untuk bermusyawarah serta berbagi peran dan tugas. Seperti dalam permainan “Orang Buta Meniti Jejak” atau lomba pecahkan air.

santri-lomba agustusan-2Pada dua lomba tersebut, tidak semua anggota tim terlibat sebagai aktor. Ada satu orang yang menjadi aktor, sisanya berperan sebagai pendukung. Meskipun begitu, masing-masing peran memiliki fungsi yang penting.

santri-lomba agustusan-6Pada permainan “Orang Buta Meniti Jejak”, misalnya. Anggota tim memilih satu orang menjadi orang buta, atau aktornya. Sisanya sebagai penunjuk jalan. Baik orang buta maupun penunjuk jalan, keduanya harus bekerja sama. Orang buta harus belajar percaya pada penunjuk jalan. Sedangkan penunjuk jalan harus dapat bekerja amanah dan efisien mengarahkan orang buta meniti jejak secara akurat.

Aneka perlombaan ini berjalan seru. Para santri merasa gembira, meskipun hadiah yang kami berikan bagi pemenang lomba berupa makanan ringan untuk dimakan seluruh santri bersama-sama. (teks & foto: Joko)

About Author

Leave a Reply

*