Membajak Hati Anak

Belajar dari Dunia Pertanian Dalam dunia pertanian, sebelum kita mulai bercocok tanam, biasanya kita bajak tanah terlebih dulu. Sebelum mulai membajak tanah, lahan yang kering itu kita aliri air terlebih dahulu. Kita airi sampai menggenang, lalu didiamkan beberapa saat hingga tanah menjadi lunak. Setelah itu, baru dibajak. Hati anak pun demikian. Kita ingin hati anak …

Membajak Hati Anak Selengkapnya »

Disiplin

Disiplin dengan Bentakan? Sebagai guru, kita tentu senang melihat murid-murid kita bersikap dan berperilaku tertib. Tertib di dalam kelas, di luar kelas, dan di lingkungan manapun dia berada. Tentu, rasanya senang sekaliĀ  melihat anak-anak tidak saling menyerobot antrian, keluar masuk kelas tanpa berisik, menghabiskan makan siang tanpa membikin ruang makan berantakan. Kita angankan semua itu …

Disiplin Selengkapnya »

Qudwah

Kita dikejutkan berita penganiayaan siswa SD oleh temannya sendiri hingga meninggal. Kita dibuat merinding dengan beredarnya banyak video mesum dan kekerasan sesama siswa yang diunggah di sosial media. Kita bertanya-tanya, ada apa dengan anak-anak kita hari ini? Apa yang membuat mereka menjadi bertingkah demikian mengerikan? Jangan buru-buru menyalahkan lingkungan jika anak-anak hari ini memiliki pribadi …

Qudwah Selengkapnya »

Menumbuhkan Cinta Belajar

Menghafal Alquran itu berat. Terutama, jika tidak diiringi niat yang kuat. Tetapi, menghafal Alquran bisa terasa ringan, bahkan menyenangkan. Terutama, jika diiringi rasa cinta yang besar untuk melakukan. Orang-orang yang bekerja dengan dorongan cinta yang besar akan lebih memiliki ketahanan dan kreativitas yang luar biasa. Rasa cinta itu tidak muncul begitu saja. Ada situasi dan …

Menumbuhkan Cinta Belajar Selengkapnya »

Anak dan Bermain

Kisah Anas Rodhiyallohu ‘Anhu Apa yang kira-kira akan kita lakukan jika kita meminta anak untuk melakukan sesuatu, tetapi dia lalai dan justru melakukan sesuatu yang lain? Jika sumbu kesabaran kita panjang, mungkin kita tidak akan langsung meledak. Kita tegur dan nasihati dia baik-baik. Tapi, jika sumbu kesabaran kita pendek, mungkin saja kita bisa langsung meledakkan …

Anak dan Bermain Selengkapnya »

Catatan Kecil Tentang Ujian

Mari kita renungkan sejenak tentang kegiatan ujian di sekolah. Bukankah tujuan ujian di sekolah adalah untuk mengukur hasil belajar siswa dalam periode waktu tertentu? Bukankah ujian itu “hanya” sebuah cara evaluasi terhadap efektivitas belajar mengajar? Jika pembelajaran sudah dijalankan dengan optimal, dan siswa dapat menikmati proses belajarnya, maka sebenarnya itu sudah cukup. Tetapi, kadang kita …

Catatan Kecil Tentang Ujian Selengkapnya »

Gizi Ruhani

Masa kanak-kanak adalah masa pertumbuhan. Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan mereka dapat tumbuh dengan baik. Kita perhatikan asupan gizinya, juga kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Mungkin, kita datangkan bagi mereka asisten yang secara khusus menyediakan segala kebutuhannya. Termasuk, kita sekolahkan anak kita ke sekolah-sekolah yang mahal, dengan harapan mendapat pendidikan yang bermutu tinggi. Masih ditambah …

Gizi Ruhani Selengkapnya »

Menulis Halus

Konon, proses pendidikan dikatakan ideal jika dapat meliputi tiga ranah sekaligus: kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Kognisi berkaitan dengan pemahaman konsep. Afeksi berkenaan dengan sikap. Sedangkan psikomotorik merupakan manifestasi dari kedua ranah sebelumnya. Pendek kata, ketika kita mengajari anak konsep berbicara lemah lembut kepada orang tua, maka anak paham apa yang dimaksud dengan bicara lemah lembut. …

Menulis Halus Selengkapnya »

Membangun Karakter Teladan

Mungkin kita pernah mendengar keyakinan dalam masyarakat yang mengatakan: jika ingin mencari pasangan hidup, perhatikan bibit, bebet, dan bobotnya. Jika ingin mencari pasangan hidup, carilah bibit unggul dari keturunan yang juga unggul. Dengan demikian, kelak, dapat diharapkan lahir generasi yang unggul pula. Pandangan ini mengundang munculnya dua penafsiran: pertama, sikap dan karakter seseorang diturunkan secara …

Membangun Karakter Teladan Selengkapnya »

Musyrif Sebagai Ujung Tombak Pesantren

Maguwo, Yogyakarta-Musyrif merupakan salah satu organ penting sebuah pesantren (Islamic boarding school). Ia menjalankan peran sebagai murobbi bagi santri hampir dalam segala hal. Di Pesantren de Muttaqin, musyrif memiliki tanggung jawab utama mendampingi santri menghafal Alquran. Selain itu, musyrif juga dituntut dapat menjadi qudwah atau teladan dalam hal ilmu dan akhlak. Singkat kata, musyrif adalah …

Musyrif Sebagai Ujung Tombak Pesantren Selengkapnya »